Tuesday, August 4, 2009

adalah

Suku Badui adalah salah satu suku terpencil yang ada di Indonesia. Mereka terdiri dari sekelompok masyarakat adat Sunda yang ada di wilayah Banten. Permukiman mereka berada tepat di kaki Gunung Kendeng, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten. Jaraknya hanya sekitar 40 kilometer dari Kota Rangkasbitung, Lebak. Perlu kamu ketahui, suku Badui ada dua macam, yaitu Badui Dalam dan Badui Luar.
berani.co.id

Badui Dalam

Dikenal dengan sebutan kelompok ”Tangtu”. Suku ini terkenal paling taat mengikuti adat istiadat. Pakaian yang mereka gunakan berwarna putih dan biru tua. Itulah yang menjadi ciri khas dari Badui Dalam.

Mereka tinggal di tiga kampung, yaitu Cibeo, Cikartawana, dan Cikeusik. Untuk penerangan, suku Badui Dalam menggunakan lilin buatan sendiri. Sebabnya, mereka tidak diperkenankan untuk membeli barang apapun dari luar wilayah mereka.

Ada beberapa peraturan yang dibuat dan pantang dilanggar. Salah satunya adalah larangan menggunakan peralatan elektronik. Selain itu, pintu rumah pun harus menghadap ke utara/selatan, kecuali rumah sang Puun. Puun adalah pemimpin adat tertinggi suku Badui.

berani.co.id

Badui Luar

Biasa disebut dengan kelompok masyarakat ”Panamping”. Mereka tinggal diberbagai kampung yang tersebar mengelilingi wilayah Badui Dalam. Seperti Cikadu, Kadu ketuk, Kadu kolot, Gajeboh, Cisagu, dan lain-lain. Ciri khas masyarakat Badui Luar adalah pakaian dan ikat kepala yang berwarna hitam.

Disebut ”Badui Luar” karena mereka telah melanggar adat istiadat Badui Dalam. Kalau Badui Dalam menggunakan lilin buatan sendiri untuk penerangan, lain halnya dengan Badui Luar. Mereka sudah menggunakan lampu minyak. Begitu juga dengan peralatan elektronik. Ada beberapa orang dari masyarakat disana yang sudah menggunakannya.

Meskipun begitu, mereka tetap harus berhati-hati. Sebab, dalam setahun dua kali diadakan pemeriksaan mendadak oleh tokoh adat. Jika ketahuan, alat-alat elektronik itu akan disita. Lalu, diberikan kepada penduduk di luar.

berani.co.id